Melirik Perpaduan Bisnis Barber Shop dengan Café yang Cukup Potensial


Melirik Perpaduan Bisnis Barber Shop dengan Café yang Cukup Potensial



Bisnis café mungkin sudah jamak beredar di kawasan tempat-tempat nongkrong yang kerap disambangi oleh berbagai kalangan, terutama bagi kawula muda yang gemar menghabiskan waktu berkumpul bersama rekan sejawat. Belum lagi bagi kalangan pebisnis yang juga sering memanfaatkan café sebagai titik pertemuan untuk kepentingan meeting dan sebagainya. Hal ini tentu sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang tinggal diperkotaan.

Melihat trend tersebut, jelas ini menjadi peluang bisnis yang amat menjanjikan untuk diselami. Namun banyaknya kompetitor yang sejenis tentu menjadi tantangan tersendiri bila ingin merambah bisnis ini. Perlu inovasi dan pembaruan gaya bisnis agar bisa menjadi pembeda dari brand pesaing, serta bisa menarik daya minat masyarakat agar bisa berkunjung. Kondisi ini yang sudah diaplikasikan oleh Anjar, salah satu Founder dari brand Coffee Bluer & Damn Chop Shop.

Bisnis cafe ini memiliki konsep coffee shop dan dipadukan dengan barber shop. Yaa, bila anda berkunjung ke tempat yang terletak di Bekasi Selatan ini, bisa nongkrong menyeruput kopi sekaligus menikmati jasa layanan pangkas rambut. “Bisnis kita bergerak di bidang coffee shop dan barber. Ide awalnya dari melihat gaya hidup orang zaman sekarang yang suka one stop shopping. Karena saya ada passion di musik, jadi saya related anak nongkrong cukur dengan musik.” Ujar Anjar.

Coffee Bluer & Damn Chop Shop, menawarkan pelayanan pangkas rambut sekaligus tempat nongkrong dengan nuansa café yang cozy. Menu-menu yang disediakan pun variasi dari minuman olahan kopi dan makanan ringan yang cocok untuk disantap sambil kongkow-kongkow. Terdapat mesin kopi khusus dan seorang barista yang akan meramu kopi terbaik bagi pelanggan yang berkunjung. Harga yang dipatok pun cukup bersahabat bagi kocek kaum muda-mudi, mulai dari Rp22 ribu – Rp28 ribu untuk makanan dan minuman, dan Rp20 ribu – Rp45 ribu untuk setiap jasa layanan pangkas rambut di outlet ini.

Pria yang sebelumnya bergelut di industri musik ini mengatakan, jika potensi bisnis coffee shop di Indonesia cukup besar, dan didukung oleh sumber daya kopi asli lokal yang berlimpah serta berkualitas. Sangat disayangkan bila tidak dimanfaatkan dengan serius oleh pengusaha dan pemerintah yang berwenang. “Kopi di Indonesia kualitasnya bagus, tapi kita masih dijajah dengan brand skala internasional. Jujur aja masih besar potensi yang bisa kita gali dari bisnis coffee sama cukur ini.” Sambung Anjar.

Bisnis coffee shop milik pria berkepala plontos ini, tengah merencanakan dan mematangkan konsep waralaba untuk bisnisnya, agar bisa melebarkan sayap ke wilayah lain yang cukup berpotensi. Karena ia menginginkan merambah tempat lain yang juga memiliki prospek menjanjikan. “Harapannya ada mitra bisnis yang satu visi misi, dan bisa diajak kerjasama. Daerah potensial yang ingin saya jangkau kaya Jakarta selatan, Bintaro, Serpong atau di perumahan kelas menengah.” Pungkas Anjar.

Coffee Bluer & Damn Chop Shop, juga sering dikunjungi oleh beberapa artis dan musisi ternama. Sebut saja artis Iko Uwasi, Audi, Thomas ‘Gigi’, dan mantan personil Kangen Band, sering nongkrong di café ini. Bahkan outlet milik Anjar, acap dijadikan lokasi shooting video klip oleh beberapa musisi.

Melirik Perpaduan Bisnis Barber Shop dengan Café yang Cukup Potensial


Melirik Perpaduan Bisnis Barber Shop dengan Café yang Cukup Potensial



Bisnis café mungkin sudah jamak beredar di kawasan tempat-tempat nongkrong yang kerap disambangi oleh berbagai kalangan, terutama bagi kawula muda yang gemar menghabiskan waktu berkumpul bersama rekan sejawat. Belum lagi bagi kalangan pebisnis yang juga sering memanfaatkan café sebagai titik pertemuan untuk kepentingan meeting dan sebagainya. Hal ini tentu sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang tinggal diperkotaan.

Melihat trend tersebut, jelas ini menjadi peluang bisnis yang amat menjanjikan untuk diselami. Namun banyaknya kompetitor yang sejenis tentu menjadi tantangan tersendiri bila ingin merambah bisnis ini. Perlu inovasi dan pembaruan gaya bisnis agar bisa menjadi pembeda dari brand pesaing, serta bisa menarik daya minat masyarakat agar bisa berkunjung. Kondisi ini yang sudah diaplikasikan oleh Anjar, salah satu Founder dari brand Coffee Bluer & Damn Chop Shop.

Bisnis cafe ini memiliki konsep coffee shop dan dipadukan dengan barber shop. Yaa, bila anda berkunjung ke tempat yang terletak di Bekasi Selatan ini, bisa nongkrong menyeruput kopi sekaligus menikmati jasa layanan pangkas rambut. “Bisnis kita bergerak di bidang coffee shop dan barber. Ide awalnya dari melihat gaya hidup orang zaman sekarang yang suka one stop shopping. Karena saya ada passion di musik, jadi saya related anak nongkrong cukur dengan musik.” Ujar Anjar.

Coffee Bluer & Damn Chop Shop, menawarkan pelayanan pangkas rambut sekaligus tempat nongkrong dengan nuansa café yang cozy. Menu-menu yang disediakan pun variasi dari minuman olahan kopi dan makanan ringan yang cocok untuk disantap sambil kongkow-kongkow. Terdapat mesin kopi khusus dan seorang barista yang akan meramu kopi terbaik bagi pelanggan yang berkunjung. Harga yang dipatok pun cukup bersahabat bagi kocek kaum muda-mudi, mulai dari Rp22 ribu – Rp28 ribu untuk makanan dan minuman, dan Rp20 ribu – Rp45 ribu untuk setiap jasa layanan pangkas rambut di outlet ini.

Pria yang sebelumnya bergelut di industri musik ini mengatakan, jika potensi bisnis coffee shop di Indonesia cukup besar, dan didukung oleh sumber daya kopi asli lokal yang berlimpah serta berkualitas. Sangat disayangkan bila tidak dimanfaatkan dengan serius oleh pengusaha dan pemerintah yang berwenang. “Kopi di Indonesia kualitasnya bagus, tapi kita masih dijajah dengan brand skala internasional. Jujur aja masih besar potensi yang bisa kita gali dari bisnis coffee sama cukur ini.” Sambung Anjar.

Bisnis coffee shop milik pria berkepala plontos ini, tengah merencanakan dan mematangkan konsep waralaba untuk bisnisnya, agar bisa melebarkan sayap ke wilayah lain yang cukup berpotensi. Karena ia menginginkan merambah tempat lain yang juga memiliki prospek menjanjikan. “Harapannya ada mitra bisnis yang satu visi misi, dan bisa diajak kerjasama. Daerah potensial yang ingin saya jangkau kaya Jakarta selatan, Bintaro, Serpong atau di perumahan kelas menengah.” Pungkas Anjar.

Coffee Bluer & Damn Chop Shop, juga sering dikunjungi oleh beberapa artis dan musisi ternama. Sebut saja artis Iko Uwasi, Audi, Thomas ‘Gigi’, dan mantan personil Kangen Band, sering nongkrong di café ini. Bahkan outlet milik Anjar, acap dijadikan lokasi shooting video klip oleh beberapa musisi.

Mencicipi Manisnya Laba Dari Pria Berambut Mlipis



Mencicipi Manisnya Laba Dari Pria Berambut Mlipis

Salon-PriaSiapa katakan pria tidak ikuti trend style pengaturan rambut? Zaman saat ini, banyak lelaki, terlebih di kota besar, yg menyimpan perhatian lebih pada rambutnya. Keadaan ini semakin menggairahkan usaha barbershop, terutama yg mengincar pasar menengah atas.

Tampilan rapi dengan style nan trendy kerap jadi keperluan beberapa pria saat saat ini. Untuk mensupportnya, mereka juga teratur memotong rambut atau sebatas membereskan lagi rambut sama trend yg ada.


Maklum, pria tdk perlu saat lama untuk mencukur rambutnya. “Pria umumnya tak perlu menanti rambut hingga panjang seperti wanita, mereka dapat dua sampai tiga kali memotong rambut tiap-tiap bln., ” jelas Vano Reza Pahlevi, Manager Operasional Di Hoek Barbershop.

Perkembangan kelompok umur atas juga menuntut ada keperluan area pangkas rambut atau barbershop untuk segmen ini. Tak hanya beberapa stylist yg andal, barbershop untuk customer berkantong tidak tipis ini juga di dukung oleh sarana serta interior yg betul-betul nyaman.

Celah inilah yg dilirik oleh Di Hoek Barbershop, membuka barbershop untuk kelompok umur menengah atas di Kemang. Vano, ManaJer Operasional Di Hoek menjelaskan, prospek usaha barbershop menengah atas ini tetap cerah.

Terlebih, bila menilik pengalaman Di Hoek yg di awal pendiriannya pada th. 2006 adalah kombinasi dari kafe sekalian barbershop. “Nyatanya, usaha barbershop semakin maju dibanding dengan kafe. Itu argumen yang memiliki kami konsentrasi ke usaha barbershop saja, ” papar dia.

Tak hanya memotong serta membereskan rambut, barbershop juga dapat membereskan jenggot serta kumis sekalian pewarnaan rambut serta pemijatan kepala. Tetapi, ada juga yg berikan service yg lebih lengkap lagi, seperti creambath, manicure, pedicure, serta totok muka. Tarif beragam service ini beragam, mulai Rp 15. 000 sampai Rp 150. 000. Adapun biaya pangkas rambut, rata-rata Rp 50. 000 per orang.

Dalam 1 minggu, Vano mengkalkulasi ada lebih kurang 150 sampai 170 tamu yg datang. Juga, karena lihat prospek barbershop semakin cerah satu tahun lebih ini, Di Hoek buka satu cabang lagi. Cabang yg di buka di Cikajang, Kebayoran Baru ini beroperasi pada 2011.

Cerita tdk jauh tidak sama datang dari Rima Dwi Sakti. Yang memiliki salon Itje Her ini mengembangkan bisnisnya membuka Itje Her Barbershop di lokasi yg sama juga dengan salonnya, yaitu Cipete Raya. “Pengunjung barbershop tidak kalah ramai dari salon disini, ” tutur Itje. Jumlah tamu yg datang ke Itje Her Barbershop ini berkisar 120 sampai 150 orang.

Omzet yg dapat dikantongi entrepreneur layanan potong rambut dalam 1 bulan berkisar Rp 60 juta sampai Rp 70 juta. Janganlah terburu melihat angka itu dengan sebelah mata. Margin keuntungan usaha ini cukup besar. Baik Vano ataupun Rima setuju, profit usaha barbershop dapat meraih 45%.

Nyaman Serta Bersih

Tetapi, bila pingin buka usaha ini, modal yang perlu Anda siapkan cukup besar. Menurut Vano, yang memiliki Di Hoek mesti merogoh kocek lebih kurang Rp 600 juta sampai Rp 700 juta untuk membangun barbershop berkapasitas empat kursi pangkas rambut. Cost paling besar dikeluarkan untuk menyewa area sepanjang 1 tahun. “Investasi untuk area dapat Rp 250 juta per th., ” tuturnya.

Ia juga mereferensikan, lokasi barbershop baiknya dilengkapi tempat parkir untuk sebagian mobil. “Biasanya, customer pria datang membawa kendaraan. Bila area parkir terbatas, customer jadi malas datang, ” jelas Vano.

Sama seperti usaha yang lain, lokasi benar-benar memastikan kelancaran usaha barbershop. Vano katakan, lokasi barbershop kelompok umur menengah atas ini mesti gampang dibuka dan tdk jauh dari lokasi hunian dan perkantoran. “Harus dekat dengan customer, seperti Kemang serta Cikajang yg dekat dengan lokasi tempat tinggal, perkantoran, sekalian pusat pola hidup, ” terang Vano.

Rima juga mengungkap pendapat seirama. Menurut pengamatan dia, umumnya pria yg mencermati tampilan yaitu mereka yg bekerja serta kelompok umur ekspatriat.

Sesudah pengadaan area, investasi yg cukup kuras kocek, yaitu untuk pembelian area duduk pangkas. Harga kursi potong rambut berkisar Rp 50 juta sampai Rp 70 juta per kursi. Harga itu untuk kursi pangkas yg ketinggiannya dapat diatur dengan cara otomatis dengan sistem hidrolik.

Peralatan lain yg juga mesti disediakan yaitu kursi keramas, kaca, steam rambut, meja dorong serta clipper. Janganlah lupa sediakan massages oil, sampo dan pelembap rambut spesial pria, yg sekarang ini telah banyak pemasoknya.

Tidak sukar melacak beragam peralatan serta obat itu. Mereka yg ada di Jakarta dapat berburu di lokasi Pasar Baru, Jakarta Pusat. “Sedangkan untuk kursi pangkas rambut, bila modal terbatas, beli yg bekas juga bisa”, makin Rima.

Hal-hal lain yang perlu di perhatikan yaitu kenyamanan dari ruangan barbershop. Beragam furnitur mesti teratur cocok, seperti sofa untuk area menanti, plus televisi yg menayangkan program menarik.


Kebersihan terhitung factor mutlak untuk mensupport kenyamanan area. “Tak cuma bersih, customer umumnya pingin barbershop yg berpendingin hawa, ” kata Rima.

Masalah mutu, dapat dipandang dari service serta seberapa jauh stylist meng-up date style potongan rambut. Keinginan jenis rambut yg lebih bermacam, menuntut mutu tukang pangkas yg baik juga. Vano berbisik, tukang pangkas yg andal datang dari daerah Garut, Jawa Barat.

Karena hal semacam itu, Vano juga tdk segan berburu tukang pangkas sampai ke daerah Jawa Barat itu. “Karena telah tahu kualitasnya maka kami merekrut mereka, ” makin Vano. Bila kepiawaiannya tidak diragukan lagi, Di Hoek berani mengambil keputusan rencana berbagi pendapatan dengan beberapa tukang pangkasnya.

Sesaat itu, Rima lebih memprioritaskan pengalaman tukang pangkas, bila pingin merekrut stylist yg baru. “Saya mencari dari informasi rekan atau referensi dari tukang pangkas yg telah bekerja di salon atau barbershop saya, ” papar Rima.

Karena bermacam keinginan jenis atau style pengaturan rambut dari customer, Vano serta Rima juga menuntut karyawannya selalu untuk belajar style teranyar potongan rambut pria. Tak hanya pangkas, treatment yg cukup disukai oleh customer pria yaitu massages serta pewarnaan rambut.

Massages ini yaitu pemijatan di kepala serta area sekitarnya, seperti leher, tengkuk serta pundak, yg dikerjakan sesudah pemotongan rambut. Rima juga berpesan, pemijatan ini baiknya dikerjakan lebih lama dari barbershop umum.

Pemijatan ini disukai customer lantaran beberapa besar customer pria barbershop yaitu mereka yg baru pulang kerja, istirahat dari pekerjaan serta waktu liburan. “Bahkan di barbershop kami, ada totok muka yg benar-benar disukai pria. Mereka mengaku jadi lebih relaks sesudah totok muka, ” makin Rima.

Sumber : kontan. co. id

Mencicipi Manisnya Laba Dari Pria Berambut Mlipis



Mencicipi Manisnya Laba Dari Pria Berambut Mlipis

Salon-PriaSiapa katakan pria tidak ikuti trend style pengaturan rambut? Zaman saat ini, banyak lelaki, terlebih di kota besar, yg menyimpan perhatian lebih pada rambutnya. Keadaan ini semakin menggairahkan usaha barbershop, terutama yg mengincar pasar menengah atas.

Tampilan rapi dengan style nan trendy kerap jadi keperluan beberapa pria saat saat ini. Untuk mensupportnya, mereka juga teratur memotong rambut atau sebatas membereskan lagi rambut sama trend yg ada.


Maklum, pria tdk perlu saat lama untuk mencukur rambutnya. “Pria umumnya tak perlu menanti rambut hingga panjang seperti wanita, mereka dapat dua sampai tiga kali memotong rambut tiap-tiap bln., ” jelas Vano Reza Pahlevi, Manager Operasional Di Hoek Barbershop.

Perkembangan kelompok umur atas juga menuntut ada keperluan area pangkas rambut atau barbershop untuk segmen ini. Tak hanya beberapa stylist yg andal, barbershop untuk customer berkantong tidak tipis ini juga di dukung oleh sarana serta interior yg betul-betul nyaman.

Celah inilah yg dilirik oleh Di Hoek Barbershop, membuka barbershop untuk kelompok umur menengah atas di Kemang. Vano, ManaJer Operasional Di Hoek menjelaskan, prospek usaha barbershop menengah atas ini tetap cerah.

Terlebih, bila menilik pengalaman Di Hoek yg di awal pendiriannya pada th. 2006 adalah kombinasi dari kafe sekalian barbershop. “Nyatanya, usaha barbershop semakin maju dibanding dengan kafe. Itu argumen yang memiliki kami konsentrasi ke usaha barbershop saja, ” papar dia.

Tak hanya memotong serta membereskan rambut, barbershop juga dapat membereskan jenggot serta kumis sekalian pewarnaan rambut serta pemijatan kepala. Tetapi, ada juga yg berikan service yg lebih lengkap lagi, seperti creambath, manicure, pedicure, serta totok muka. Tarif beragam service ini beragam, mulai Rp 15. 000 sampai Rp 150. 000. Adapun biaya pangkas rambut, rata-rata Rp 50. 000 per orang.

Dalam 1 minggu, Vano mengkalkulasi ada lebih kurang 150 sampai 170 tamu yg datang. Juga, karena lihat prospek barbershop semakin cerah satu tahun lebih ini, Di Hoek buka satu cabang lagi. Cabang yg di buka di Cikajang, Kebayoran Baru ini beroperasi pada 2011.

Cerita tdk jauh tidak sama datang dari Rima Dwi Sakti. Yang memiliki salon Itje Her ini mengembangkan bisnisnya membuka Itje Her Barbershop di lokasi yg sama juga dengan salonnya, yaitu Cipete Raya. “Pengunjung barbershop tidak kalah ramai dari salon disini, ” tutur Itje. Jumlah tamu yg datang ke Itje Her Barbershop ini berkisar 120 sampai 150 orang.

Omzet yg dapat dikantongi entrepreneur layanan potong rambut dalam 1 bulan berkisar Rp 60 juta sampai Rp 70 juta. Janganlah terburu melihat angka itu dengan sebelah mata. Margin keuntungan usaha ini cukup besar. Baik Vano ataupun Rima setuju, profit usaha barbershop dapat meraih 45%.

Nyaman Serta Bersih

Tetapi, bila pingin buka usaha ini, modal yang perlu Anda siapkan cukup besar. Menurut Vano, yang memiliki Di Hoek mesti merogoh kocek lebih kurang Rp 600 juta sampai Rp 700 juta untuk membangun barbershop berkapasitas empat kursi pangkas rambut. Cost paling besar dikeluarkan untuk menyewa area sepanjang 1 tahun. “Investasi untuk area dapat Rp 250 juta per th., ” tuturnya.

Ia juga mereferensikan, lokasi barbershop baiknya dilengkapi tempat parkir untuk sebagian mobil. “Biasanya, customer pria datang membawa kendaraan. Bila area parkir terbatas, customer jadi malas datang, ” jelas Vano.

Sama seperti usaha yang lain, lokasi benar-benar memastikan kelancaran usaha barbershop. Vano katakan, lokasi barbershop kelompok umur menengah atas ini mesti gampang dibuka dan tdk jauh dari lokasi hunian dan perkantoran. “Harus dekat dengan customer, seperti Kemang serta Cikajang yg dekat dengan lokasi tempat tinggal, perkantoran, sekalian pusat pola hidup, ” terang Vano.

Rima juga mengungkap pendapat seirama. Menurut pengamatan dia, umumnya pria yg mencermati tampilan yaitu mereka yg bekerja serta kelompok umur ekspatriat.

Sesudah pengadaan area, investasi yg cukup kuras kocek, yaitu untuk pembelian area duduk pangkas. Harga kursi potong rambut berkisar Rp 50 juta sampai Rp 70 juta per kursi. Harga itu untuk kursi pangkas yg ketinggiannya dapat diatur dengan cara otomatis dengan sistem hidrolik.

Peralatan lain yg juga mesti disediakan yaitu kursi keramas, kaca, steam rambut, meja dorong serta clipper. Janganlah lupa sediakan massages oil, sampo dan pelembap rambut spesial pria, yg sekarang ini telah banyak pemasoknya.

Tidak sukar melacak beragam peralatan serta obat itu. Mereka yg ada di Jakarta dapat berburu di lokasi Pasar Baru, Jakarta Pusat. “Sedangkan untuk kursi pangkas rambut, bila modal terbatas, beli yg bekas juga bisa”, makin Rima.

Hal-hal lain yang perlu di perhatikan yaitu kenyamanan dari ruangan barbershop. Beragam furnitur mesti teratur cocok, seperti sofa untuk area menanti, plus televisi yg menayangkan program menarik.


Kebersihan terhitung factor mutlak untuk mensupport kenyamanan area. “Tak cuma bersih, customer umumnya pingin barbershop yg berpendingin hawa, ” kata Rima.

Masalah mutu, dapat dipandang dari service serta seberapa jauh stylist meng-up date style potongan rambut. Keinginan jenis rambut yg lebih bermacam, menuntut mutu tukang pangkas yg baik juga. Vano berbisik, tukang pangkas yg andal datang dari daerah Garut, Jawa Barat.

Karena hal semacam itu, Vano juga tdk segan berburu tukang pangkas sampai ke daerah Jawa Barat itu. “Karena telah tahu kualitasnya maka kami merekrut mereka, ” makin Vano. Bila kepiawaiannya tidak diragukan lagi, Di Hoek berani mengambil keputusan rencana berbagi pendapatan dengan beberapa tukang pangkasnya.

Sesaat itu, Rima lebih memprioritaskan pengalaman tukang pangkas, bila pingin merekrut stylist yg baru. “Saya mencari dari informasi rekan atau referensi dari tukang pangkas yg telah bekerja di salon atau barbershop saya, ” papar Rima.

Karena bermacam keinginan jenis atau style pengaturan rambut dari customer, Vano serta Rima juga menuntut karyawannya selalu untuk belajar style teranyar potongan rambut pria. Tak hanya pangkas, treatment yg cukup disukai oleh customer pria yaitu massages serta pewarnaan rambut.

Massages ini yaitu pemijatan di kepala serta area sekitarnya, seperti leher, tengkuk serta pundak, yg dikerjakan sesudah pemotongan rambut. Rima juga berpesan, pemijatan ini baiknya dikerjakan lebih lama dari barbershop umum.

Pemijatan ini disukai customer lantaran beberapa besar customer pria barbershop yaitu mereka yg baru pulang kerja, istirahat dari pekerjaan serta waktu liburan. “Bahkan di barbershop kami, ada totok muka yg benar-benar disukai pria. Mereka mengaku jadi lebih relaks sesudah totok muka, ” makin Rima.

Sumber : kontan. co. id

Bisnis Barber Shop adalah Bisnis Pelayanan



Bisnis Barber Shop adalah Bisnis Pelayanan


Plasafranchise.com - Dewasa ini bisnis barbershop sudah merajalela di Indonesia, dari kelas tukang cukur keliling sampai yang sudah mempunyai tempat sendiri ada di mana-mana. Konon bisnis tukang cukur rambut atau yang biasa kita sebut barbershop sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu.


Bagi Hadi Wibowo owner dari Raja Cukur hal yang harus perhatikan adalah kenyamanan konsumen, pelayanan konsumen adalah hal terpenting yang harus Anda utamakan bila ingin membuka bisnis yang satu ini.


Menurut Hadi dengan pelayanan yang baik otomatis konsumen yang datang akan puas dan usaha Anda akan cepat berkembang. “Bagi saya bisnis yang saya jalani ini adalah bisnis pelayanan, untuk itu saya terus memfokuskan diri pada sistem pelayanan kepada konsumen” tambahnya.


Untuk itu sangat penting bagi Anda yang ingin memulai bisnis dibidang barbershop mengetahui hal ini, karena konsep ini sudah berhasil dijalani Hadi hingga bisa mewaralabakan usanya.


“Permintaan untuk bermitra dengan kami sangat banyak, namun kami masih menyeleksi mana yang cocok untuk diberi izin bermitra. ”Hingga saat ini jumlah outlet yang telah Hadi miliki berjumlah 15 gerai yang tersebar hampir di seluruh Indonesia.


Demi menunjang pelayan terbaik untuk konsumenya, Hadi juga membuka pelatihan/kursus untuk masyarakat luas. Ini merupakan satu hal yang baik karena bisa memberikan lapangan perkerjaan pada masyarakat.


“Saya membuka kursus barbershop ini untuk memberikan teknik serta pengetahuan tentang dunia cukur rambut pada para pemula, selain itu setelah lulus kursus mereka bisa langsung mendapatkan lapangan perkerjaan di outlet-outlet yang saya ataupun mitra saya miliki”, tambahnya.


Selain faktor SDM faktor lain yang anda harus perhatikan adalah lokasi /tempat Anda membuka usaha, pastikan lokasi yang anda miliki sudah menunjang kebutuhan konsumen Anda. “Sebuah tempat cukur rambut harus memiliki alat pndingin yang baik, ruang tunggu yang nyaman, dan fasilitas toilet”.


Setelah memiliki kedua hal tersebut tersebut, tanpa harus melakukan promosi bisnis Anda pasti akan berjalan lancar, karena menurut Hadi promosi biasanya datang dari mulut pelangganya, kemudian berkembang dari mulut ke mulut.