5 Barbershop Tempat Potong Rambut Murah dan Terbaik di Jakarta

5 Barbershop Tempat Potong Rambut Murah dan Terbaik di Jakarta



1. BarberBox

Alamat: District Building, Jl. Birah Raya No. 10, Senopati, Jakarta Selatan
Alamat: BarberBox Kelapa Gading, Barberbox Kemang
Akun Twitter & Instagram: @barberbox_id
Tarif/Harga: Rp 65.000

2. PAXI Barbershop

Alamat: Pacific Place Level B1-10, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta Selatan
Akun Twitter & Instagram: @paxiofficial
Tarif/Harga: Rp 60.000

3. Uncle Do Barbershop

Alamat: Jalan Kebon Jeruk Raya, Jakarta Barat 11530
Tarif/Harga: Rp 35.000

4. UGO Barbershop

Alamat: Fairgrounds lot 14 Kav. 52-53 SCBD Sudirman, Jakarta Pusat 12190
Akun Twitter: @ugobarbershop
Tarif/Harga: Rp 90.000

5. Chief Barbershop

Alamat: Jalan Senopati No. 82, Jakarta Selatan
Akun Twitter & Instagram: @chief_id
Tarif/Harga: Rp 55.000

Itulah beberapa pilihan rekomendasi barberbox yang bagus di Jakarta. Sebenarnya masih sangat banyak tempat potong rambut pria terbaik baik di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan (Depok), Jakarta Barat (Tangerang), Jakarta Utara (Kelapa Gading), hingga Jakarta Timur (Bekasi) selain yang sudah disebut diatas. Kebanyakan tempat cukur rambut yang bagus sudah memiliki banyak cabang bahkan di seluruh Indonesia.

Tarif dan harga tukang potong rambut untuk pria gentleman ini bervariasi. Biasanya semakin populer tempat bahkan semakin sering dikunjungi para artis akan semakin mahal. Memang trend rambut pria 2015 ini belum banyak berubah. Penggunaan minyak rambut Pomade masih menjadi trend rambut cowok maskulin dan macho saat ini.

Jika dibandingkan dengan potong rambut di salon, tentu harga barbershop masih lebih murah. Memang barbershop sudah menjadi pilihan utama kaum adam, pria-pria, dan cowok agar terlihat lebih keren dan elegan. Style potongan rambut pomade ala klasik menjadikan barbershop menjadi gaya hidup pria masa kini. Pilih tempat potong rambut untuk pria yang memiliki fasilitas, kenyamanan, harga terjangkau dan kualitas terbaik di Jakarta tentunya.

REVIEW: Tips Memilih Usaha Barbershop

REVIEW: Tips Memilih Usaha Barbershop



1. Mengapa harus memilih kami? Karena Brand kami sudah cukup terkenal dan sudah tersebar di beberapa kota. dan pengalaman kami Barbershop yg menggunakan Brand Kami lebih cepat maju ketimbang mereka yg memakai Brand sendiri.krn konsumen sendiri akan ragu masuk ke barbershop yg sama sekali belum dikenal. Contoh: anda punya mobil merk honda. ketika mobil anda bermasalah anda lebih yakin ditangani oleh mekanik bengkel spesialis "Honda"yang punya standarisasi atau bengkel dgn nam "asal asalan" di pinggir jalan?. itulah pentingnya sebuah Brand. jangan ambil resiko dengan mendirikan barbershop yg namanyasama sekali blm dikenal dan sama sekali belum pernah di liput oleh media. karena banyak konsumen yang juga tak mau coba coba.

2. Bila anda ikut waralaba, yang perlu diperhatikan apakah waralaba barbershop tersebut punya pelatihan/kursus cukur sendiri atau tidak? krn paling vital pada usaha barbershop adalah pengadaan SDM nya.apakah waralaba tsb ada Royalti Fee atau tidak? bila ada, Yang berarti anda harus menyetor tiap bulan ke pemilik waralaba yang nantinya akan memberatkan anda tiap bulan.ada biaya survey atau tidak? karna ada beberapa waralaba barbershop yang belum - belum sudah meminta biaya survey yang sangat mahal / hampir mencapai 7 jt tiap kali survey.

3. Banyak penawaran waralaba barbershop yang investasinya mahal, memakai fasilitas mewah, kursi import, dll. Apakah hal itu akan menjamin tempat anda menjadi laris? Malah justru akan membuat konsumen takut masuk karena membuat kesan menjadi mahal. kecuali anda mau buka di mall fasilitas mewah dan harga mahal tidak jadi masalah krn segmennya berbeda. tetapi kalo anda mau buka di pinggir jalan, perhatikan daya beli masyarakat sekitar.

4. Beda dengan kami walaupun barbershop tetapi harga tetap terjangkau konsumen. Perhatikan, kalau sore atau malam hari tempat pangkas rambut yg tradisional saja selalu ramai di kunjungi konsumen. apalagi anda membuka dengan fasilitas modern tapi harga tetap murah, maka tempat tempat cukur tradisional makin lama akan di tinggalkan konsumen. mungkin anda punya modal jangan coba - coba buka usaha sendiri tanpa pengalaman yang cukup atau tanpa ada yg membimbing, bisa bisa modal sudah habis banyak, tapi usaha malah tidak jalan atau malah merugi. atau mungkin anda ingin mulai usaha tetapi selalu ragu ragu dan selalu berpikir gagal? Saran saya sebaiknya seumur hidup anda menjadi karyawan saja dan tak perlu bercita cita menjadi pengusaha, krn musuh terbesar dari seorang pengusaha adalah selalu takut gagal dan tak berani mencoba.

5. Pilih usaha yang pasti dan selalu dibutuhkan orang sampai kapanpun.

6. Bukan bisnis musiman / bisa tahan lama, kalau perlu bisa diwariskan ke anak cucu.

7. Tidak merepotkan.

8. Investasi juga terjangkau / tidak terlalu mahal.

9. Harga jual produk terjangkau konsumen

REVIEW: Tips Memilih Usaha Barbershop

REVIEW: Tips Memilih Usaha Barbershop


1. Mengapa harus memilih kami? Karena Brand kami sudah cukup terkenal dan sudah tersebar di beberapa kota. dan pengalaman kami Barbershop yg menggunakan Brand Kami lebih cepat maju ketimbang mereka yg memakai Brand sendiri.krn konsumen sendiri akan ragu masuk ke barbershop yg sama sekali belum dikenal. Contoh: anda punya mobil merk honda. ketika mobil anda bermasalah anda lebih yakin ditangani oleh mekanik bengkel spesialis "Honda"yang punya standarisasi atau bengkel dgn nam "asal asalan" di pinggir jalan?. itulah pentingnya sebuah Brand. jangan ambil resiko dengan mendirikan barbershop yg namanyasama sekali blm dikenal dan sama sekali belum pernah di liput oleh media. karena banyak konsumen yang juga tak mau coba coba.

2. Bila anda ikut waralaba, yang perlu diperhatikan apakah waralaba barbershop tersebut punya pelatihan/kursus cukur sendiri atau tidak? krn paling vital pada usaha barbershop adalah pengadaan SDM nya.apakah waralaba tsb ada Royalti Fee atau tidak? bila ada, Yang berarti anda harus menyetor tiap bulan ke pemilik waralaba yang nantinya akan memberatkan anda tiap bulan.ada biaya survey atau tidak? karna ada beberapa waralaba barbershop yang belum - belum sudah meminta biaya survey yang sangat mahal / hampir mencapai 7 jt tiap kali survey.

3. Banyak penawaran waralaba barbershop yang investasinya mahal, memakai fasilitas mewah, kursi import, dll. Apakah hal itu akan menjamin tempat anda menjadi laris? Malah justru akan membuat konsumen takut masuk karena membuat kesan menjadi mahal. kecuali anda mau buka di mall fasilitas mewah dan harga mahal tidak jadi masalah krn segmennya berbeda. tetapi kalo anda mau buka di pinggir jalan, perhatikan daya beli masyarakat sekitar.

4. Beda dengan kami walaupun barbershop tetapi harga tetap terjangkau konsumen. Perhatikan, kalau sore atau malam hari tempat pangkas rambut yg tradisional saja selalu ramai di kunjungi konsumen. apalagi anda membuka dengan fasilitas modern tapi harga tetap murah, maka tempat tempat cukur tradisional makin lama akan di tinggalkan konsumen. mungkin anda punya modal jangan coba - coba buka usaha sendiri tanpa pengalaman yang cukup atau tanpa ada yg membimbing, bisa bisa modal sudah habis banyak, tapi usaha malah tidak jalan atau malah merugi. atau mungkin anda ingin mulai usaha tetapi selalu ragu ragu dan selalu berpikir gagal? Saran saya sebaiknya seumur hidup anda menjadi karyawan saja dan tak perlu bercita cita menjadi pengusaha, krn musuh terbesar dari seorang pengusaha adalah selalu takut gagal dan tak berani mencoba.

5. Pilih usaha yang pasti dan selalu dibutuhkan orang sampai kapanpun.

6. Bukan bisnis musiman / bisa tahan lama, kalau perlu bisa diwariskan ke anak cucu.

7. Tidak merepotkan.

8. Investasi juga terjangkau / tidak terlalu mahal.

9. Harga jual produk terjangkau konsumen

Tips Mengatur Keuangan Usaha


Tips Mengatur Keuangan Usaha


Tips Mengatur Keuangan UsahaUntuk seseorang entrepreneur, barangkali kita tak perlu pikirkan masalah pensiun. Tetapi, pastinya kita juga mesti bijak dalam mengatur keuangan supaya dihari tua kelak kita tinggal menuai buah manis dari laba usaha yang sudah kita peroleh.

Untuk menyiapkan gagasan keuangan di hari esok, tidak ada salahnya apabila untuk entrepreneur kita mulai membedakan mana keperluan serta hasrat. Di bawah ini lima tipe pengeluaran usaha yang perlu Anda cermati dari saat ini.


1. Pengeluaran Usaha yang Mendesak Serta Penting

Yang terhitung dalam pengeluaran mendesak serta mutlak yaitu keperluan primer seperti umpamanya bahan baku produksi, sewa area usaha, tenaga kerja, serta sebagian ongkos yang lain yang diperlukan untuk mensupport operasional usaha tiap-tiap harinya. Keperluan ini pasti amatlah vital lantaran menyangkut kehidupan usaha kita sehari-hari. Juga, dapat disebutkan kita tak bisa hindari keperluan itu serta mesti diprioritaskan dibanding keperluan yang lain.

2. Pengeluaran yang Mendesak Tetapi Kurang Penting

Sebagian pengeluaran yang ada di dalamnya yakni mendapatkan penambahan modal lewat cara berhutang ke instansi keuangan (bank), jadi besar ongkos operasional dengan mengambil kredit motor atau mobil untuk operasional usaha. Walau tujuannya baik, tetapi saat keadaan keuangan usaha Anda belum stabil, maka baiknya jauhi pengeluaran seperti ini. Karena, resikonya terbilang tetap cukup besar untuk beberapa pemula di dunia usaha.

3. Pengeluaran Yang Penting Tetapi Tak Mendesak

Yang terhitung dalam ongkos ini yaitu pembelanjaan duit untuk turut program asuransi. Meskipun ini penting, tetapi kebutuhannya tak demikian mendesak. Jadi baiknya alokasikan duit Anda untuk kepentingan usaha yang lebih mendesak sebelum saat pada akhirnya keluarkan dana usaha untuk berhimpun dengan program-program asuransi, baik itu asuransi kesehatan, kendaraan, serta lain sebagainya.

4. Pengeluaran yg Tidak Penting Serta Tak Mendesak

Ongkos ini seperti umpamanya memakai duit usaha untuk beli handphone, tempat tinggal, kendaraan pribadi, atau mengadakan perjalanan wisata berbarengan keluarga besar Anda. Walau pengeluaran ini tak terlarang, tetapi baiknya pengadaan dana untuk hal itu dipenuhi sesudah ongkos yang lain sudah terpenuhi.


5. Pengeluaran Untuk Program Tabungan Atau Investasi

Meski program investasi mesti mulai dipikirkan oleh tiap-tiap entrepreneur, tetapi baiknya ongkos ini dikeluarkan sesudah keperluan nomer 1, 2, serta 3 terpenuhi. Sedang untuk penuhi keperluan nomer 4, Anda dapat memakai duit hasil investasi atau tabungan Anda.

Apabila kita mengatur keuangan usaha dengan bijak, maka tak tutup kemungkinan apabila roda usaha kita dapat selalu berputar serta laba usaha yang diperoleh juga dapat diolah dengan optimal.

Maju selalu UKM Indonesia serta salam sukses!

Sumber: bisnisukm.com

Begini Beda Tukang Pangkas dengan Barbershop

Begini Beda Tukang Pangkas dengan Barbershop


  Belum sampai satu menit saya duduk di kursi Chuck's Barbershop, Andri, 32 tahun, sudah tahu persis masalah utama potongan rambut saya. “Tidak seimbang, jadinya sering berantakan,” ujar dia, "mengadili" potongan rambut saya yang disisir ke pinggir, Selasa, 28 Mei 2014. Menurut Andri, hal itu menjadi biang kerok rambut saya yang sulit rapi. Jadinya, rambut saya sering awut-awutan bak tokoh penyihir muda Harry Potter karya Joanne Kathleen Rowling itu.

“Rambutnya cepat tumbuh. Tapi sayang, yang sebelumnya motong main babat aja,” kata Andri menguraikan masalah kepala saya.

Maksud dia, kapster—alias tukang cukur, yang sebelumnya menggunting rambut saya--luput untuk memperhatikan jenis rambut. Padahal, tipe rambut tebal, kaku, dan cepat bertumbuh seperti saya tidak bisa sembarangan dibabat. "Kalau salah sedikit, bisa jigrak,” ujar Andri. Jigrak adalah istilah yang dia berikan jika rambut saya berdiri tidak keruan dan sulit rapi.

Walhasil, Andri tidak bisa mengubah rambut saya menjadi potongan slick back, yaitu disisir klimis ke belakang, dengan bagian kanan dan kiri yang ditipiskan. “Harus dibikin seimbang dulu,” kata dia. Itu berarti saya harus menunggu rambut saya tumbuh menjadi lebih terarah setelah "dikembalikan ke jalan yang benar" oleh Andri.

Chuck's Barbershop, yang berlokasi di dekat Kampus Syahdan Universitas Bina Nusantara, Jakarta Barat, bisa dikategorikan sebagai barbershop jenis baru di Jakarta. Jangan bayangkan barbershop usang dan berdebu, dengan handuk bau keringat atau alat cukur beraroma oli.

Biarpun terletak di sebuah gang, barbershop ini menggunakan penyejuk ruangan dan punya interior yang rapi. Lantainya terbuat dari kayu. Di bagian depan, ada kaca bertuliskan "Chuck's Barbershop" lengkap dengan logo kumis. Mirip seperti barbershop yang Anda lihat di iklan ataupun film-film produksi Hollywood.

Tidak lupa, ada barber's pole yang menandakan keberadaan barbershop ini. Barber's pole merupakan lampu berputar bergaris putih, merah, dan biru. Di Amerika Serikat, ini merupakan tanda resmi barber, alias penata rambut pria membuka praktek. Tradisi memasang tanda ini sebenarnya sudah ada sejak zaman pertengahan. Saat itu, barber—berasal dari bahasa Latin "barba" yang berarti janggut--bukan hanya menjadi tukang cukur rambut. Mereka juga diperbolehkan melakukan bedah dan cabut gigi.

Chuck's, yang dibuka sejak dua tahun lalu, bukan sekadar pangkas rambut biasa. Mereka tahu persis masalah kepala Anda dan membuka kesempatan untuk berkonsultasi. Persis seperti yang dilakukan oleh Andri tadi. Selain memangkas rambut, mereka bakal mencuci kepala Anda dengan sampo, memberikan handuk panas, dan mengoleskan wax untuk menata rambut.

Standar serupa juga diterapkan oleh Chief Barbershop di kawasan Senopati, Jakarta Selatan. Menurut pemilik Chief, Oky Andris, standar itulah yang membedakan barbershop dengan tukang pangkas rambut biasa. “Sebenarnya sih ada tiga kategori untuk tukang cukur pria,” kata Oky kepada Tempo. Kategori pertama merujuk pada tukang pangkas rambut biasa dengan rentang harga sekitar Rp 8.000. Lalu, di level berikutnya ada mini barbershop. “Biasanya tempatnya sudah rapi dan pakai AC,” kata Oky.

Sedangkan barbershop semacam Chuck's ataupun Chief dikategorikan sebagai barbershop yang lebih "serius". Mereka bukan hanya menawarkan tempat yang rapi, tapi juga konsultasi gaya rambut serta layanan yang lebih baik. Tentu, harga yang dibayarkan relatif lebih mahal dibanding pangkas rambut atau mini barbershop. Di Chuck's, misalnya, kita harus merogoh Rp 30 ribu untuk potong rambut, sampo, dan styling rambut. Untuk layanan yang kurang lebih sama, di Chief, Anda mesti merogoh kocek Rp 65 ribu, sudah termasuk pijat.